Pages

Subscribe
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

The X Factor 1




Il Pupi, Javier Zanetti

Skuad lengkap, pelatih hebat serta dukungan penuh dari pihak klub membuat Inter nyaman mengarungi musim kompetisi lalu dengan hasil yang fantastis.

Namun dibalik itu ada beberapa hal terlupakan dan merupakan faktor tersembunyi dan sangat esensial selain hal di atas.

1. Kostum.

Sejak beberapa musim Nike selalu setia mengadakan kerjasama dengan Inter terlepas bahwa rival terberat mereka di sektor apparel justru melakukan kerjasama dengan rival tradisional Inter yaitu AC Milan.

Kostum yang baik haruslah nyaman. Juga mampu mengakomodasi setiap perubahan pergerakan pemain sehingga pemain akan leluasa bergerak tanpa terhalang kostum. Musim lalu baik kostum latihan maupun kostum laga Inter terlihat sangat pas. Membuat para pemain tampak sangat berotot. Para pemain akan lebih termotivasi agar lebih fit supaya kostum itu tidak menonjolkan perut yang kedodoran, misalnya. Selain itu, kostum musim lalu juga sangat elegan sehingga menimbulkan suatu kebanggan tersendiri saat memakainya.

Kostum musim ini, meski tidak terlalu buruk, namun terlihat agak lebar di bagian perut. ini akan berpengaruh pada pergerakan kaki dan keleluasaan saat melakukan perubahan gerakan.Ini dapat diakali dengan celana yang pas namun fleksibel. Dari segi model, Kostum kandang bolehlah dibilang bagus dari segi corak. Kostum tandang yang menonjolkan warna putih dan hanya menampilkan simbol La Beneamata yaitu Si Ular Besar di bagian sisi kiri bolehlah untuk tampil gaya buat para fans. Namun untuk laga ? kita lihat saja.


Kostum latihan

Salman Khan

Happy Birthday Inter !



Tepat pada 9 maret 2010, FC Internazionale Milano sudah berumur 102 tahun. Beragam liku yang sudah dilalui untuk bisa seperti sekarang.

Setiap tahun Inter selalu berupaya berbenah membangun skuad untuk dapat merajai Eropa. Massimo Moratti tak segan mengatakan bahwa ambisinya adalah meraih gelar Liga Champions, untuk itu ia rela menghentikan kontrak dengan Roberto Mancini yang telah memberi 3 gelar scudetto.

Dengan kedatangan Thiago Motta, Diego Milito, Etoo, Sneijder, Pandev sangat jelas ambisi ini terlihat. Mereka bergabung dengan punggawa lain yang sudah lebih dulu ada semisal Materazzi, Samuel, Cordoba untuk bahu membahu demi kejayaan Inter.

Meski mulai ada gosip dan aral yang coba menghambat laju Inter, namun semua itu adalah pelajaran bagus untuk membangun mental tim. Seleksi alam akan nampak di sini. Yang kuat akan bertahan, yang lemah akan hancur dan semakin ketinggalan.

Seluruh doa dan harapan demi kemajuan dan kejayaan Inter selalu kami sampaikan kepada Tuhan YME.

Happy Birthday Inter !






Sejarah

Internazionale adalah salah satu klub yang sangat terkenal di Eropa. Selain karena selalu dihuni oleh bintang-bintang dan kontroversi, namun klub ini dikenal juga karena lebih banyak diisi oleh pemain asing dan sering dicap tidak nasionalis. Namun jika di tilik dari sejarahnya orang-orang yang berkata demikian harus berpikir ulang kembali.

Pada awalnya, di kota Milano belum dikenal yang namanya Intermilan, yang ada di kota Milan hanya Milan Cricket and Footbal Club yang didirikan pada 16 Desember 1899 oleh Alfred Edwards yang menjadi Presiden Pertama klub dan di kemudian hari dikenal dengan nama AC Milan.

Namun karena klub ini lebih banyak bermaterikan orang Italia dan Inggris, maka muncullah ide mendirikan klub yang juga terbuka untuk orang asing ( internasional ) selain orang Italia dan Inggris.

Maka oleh para "pemberontak" ini, pada 09 Maret 1908 dibentuklah satu klub baru yang disesuaikan namanya dengan cita-cita para founders tadi yaitu Footbal Club Internazionale Milan. Mereka menggunakan kostum hitam dengan strip biru yang hingga saat ini masih digunakan dan menjadi "trademark" untuk Inter.


Namun pada era fasis ( 1930 ), klub ini terpaksa bergabung dengan Milanese Unione Sportiva dan memiliki nama baru Ambrosiana Inter.

Mereka juga menggunakan kostum berbeda yaitu kostum dengan lambang kota milan.

Setelah rejim ini jatuh, maka nama klub kembali seperti semula.

Di Italia sendiri Inter disebut Nerazzuri karena memakai kostum Nero ( Hitam ) dan Azzuri ( biru ). Sedangkan bagi fans fanatik Inter lebih sering menyebut Internazionale demi menghindarkan sebutan Milan.

Hingga saat ini Inter tercatat sebagai satu-satunya tim yang belum pernah terdegradasi ke Serie-B.