Pages

Subscribe
Showing posts with label Champions League. Show all posts
Showing posts with label Champions League. Show all posts

We are The Champions !


Setelah penantian panjang selama 45 tahun, Internazionale akhirnya mewujudkan mimpi meraih sukses di Eropa dengan meraih trophy Liga Champions yang ke-3.

Kegembiraan sangat terasa mengharukan bagi semua keluarga besar Inter mulai dari The President Massimo Moratti, The Special One Jose Mourinho, semua staf kepelatihan, semua pemain Internazionale dan seluruh fans setia Inter di seluruh dunia.

Kapten kebanggaan Inter, Javier Zanetti yang mengangkat trophy adalah simbol perwakilan bagi semua pihak yang cinta pada Inter untuk disaksikan dunia bahwa Inter adalah tim terbaik dunia tahun ini dengan mengalahkan juara Liga Inggris Chelsea, mengalahkan juara Liga Spanyol Barcelona dan mengalahkan juara Liga Jeman Bayern Muenchen!.



Climax


Prakiraan kerangka kedua tim di final :



Hans Joerg
BUTT




Julio
CESAR




Belakang

Philipp
LAHM




MAICON


Daniel
VAN BUYTEN




LUCIO


Martin
DEMICHELIS



Walter
SAMUEL


Holger
BADSTUBER



Javier
ZANETTI




Tengah

Mark
VAN BOMMEL



Dejan
STANKOVIC


Bastian
SCH'STEIGER



Esteban
CAMBIASSO


Danijel
PRANJIC



Goran
PANDEV


Arjen
ROBBEN



Wesley
SNEIJDER




Depan

Ivica
OLIC



Samuel
ETO'O


Thomas Mueller

Diego
MILITO





Meski Bayern bisa dikatakan beruntung saat hanya menang melalui hitungan agregat untuk melaju ke babak berikutnya, namun spirit untuk bertarung hingga menit akhir harus tetap dicermati para pemain Inter.

Selain itu faktor Louis van Gaal yang sukses merubah sistem permainan The Bavarian menjadi lebih stabil dan taktis harus tetap diperhatikan.

Jika Bayern mencoba menyerang frontal, maka ia akan menghadapi sebuah sistem grendel dengan counter attack nan cepat. Namun jika Bayern mencoba lebih bermain sabar dan sistematik, mereka juga harus siap menerima kemungkinan hujan gol dari para bomber Inter.

Percaya diri sangat diperlukan. Namun jangan sampai overconfident dan tidak memperhitungkan kemampuan lawan.

Welcome To Santiago Bernabeu, Welcome To Champions League Final 2010. Semoga tim terbaik adalah pemenang !

50-50


Satu gelar menuju kemungkinan Treble Winners bagi Inter terbuka lebar jika mampu mengalahkan Bayern Muenchen.

Secara tim, Bayern lebih komplet ketimbang el Barca yang meski memiliki serangan dahsyat terbukti tak berkutik melawan sepakbola taktis dan skematik. Secara umum Byern memiliki materi memadai bagi sebuah tim untuk sepakbola modern. Segi kiper mereka memang sangat rawan karena meski memiliki Butt yang sangat berpengalaman namun sangat ia juga sangat rentan. Terbukti ia kebobolan 3 gol saat melawan Man. United. Pada sektor bek mereka memiliki Daniel Van Buyten yang sangat taktis dan tipikal dengan Marco Materazzi di Inter selain itu ada juga Martin Demichelis yang notabene adalah saingan bagi Walter Samuel di timnas Argentina.

Disektor fullback, Bayern punya Lahm yang cerdas namun hal ini sepertinya tidak diimbangi oleh sektor kiri yang diisi oleh Contento. Ditengah, Bayern punya Badstuber sebagai jangkar keras, Van Bommel yang kharismatik dan punya visi permainan yang baik serta mampu membaca permainan dan mengatur ritme. Namun sebenarnya Inter akan lebih kesulitan jika Bayern memasang Tymoshchuk ketimbang van Bommel, karena jangkar ini lebih paten dan anti teori bagi sistem Jose Mourinho.

Sektor winger adalah andalan utama meneer van Gaal. Disektor ini ia punya Ribery dan Arjen Robben. Selain itu si meneer juga punya Schweinsteiger yang bergerak dinamis bersama Mueller dengan pilihan alternatif Hamid altintop. Di bagian ujung tombak Muenchen memiliki Ivica Olic dengan stamina bagus dan jeli melihat peluang sekecil apapun dan sebenarnya Olic dengan tampangnya bisa menjadi aktor Hollywood.

Meski demikian, Inter punya segala materi untuk pembanding. Head to head Javier Zanetti adalah sebuah nama yang lebih besar dan jaminan untuk menenggelamkan nama Robben. Meski Ribery postif tidak dapat tampil dan ini adalah kerugian besar bagi Bayern yang berusaha keras menghapus sanksi bagi Ribery agar dapat tampil di final, penggantinya Bastian Schwensteiger belum terlalu cerdas untuk bermain melawan bek kanan terbaik Inter, Maicon.

Meski Motta yang di Tarjeta Roja ( kartu merah ) saat menampar Sergio Busquets saat lawan Barca di kandangnya absen, Inter punya pemain dengan standar sama namun memiliki naluri bertahan yang sangat baik, Dejan Stankovic. Meski tidak memiliki pergerakan tanpa bola sebaik Motta, namun Stankovic adalah pemutus alur serangan yang baik dan seorang shooter dari tengah yang diharap mampu memecah kebuntuan.

Tidak dapat disangkal bahwa Inter tetap akan memainkan gaya sama yaitu negatif football. Namun jika Bayern berani bermain terbuka, disini kualitas akan bertarung sehingga akan terjadi partai hebat dan merupakan klimaks yang sebenarnya dari Liga Champions musim ini.

Two of Three,


Internazionale coach Jose Mourinho

Internazionale telah menyelesaikan dua proyek besar musim ini yaitu Juara Coppa Italia dan yang terakhir adalah Scudetto ke-18 atau yang ke-5 secara beruntun.

Namun satu PR masih menanti yaitu Final Liga Champions dimana Inter akan bersua juara Bundesliga Bayern Munich yang sekarang ditangani Louis van Gaal.

Meski bisa dikatakan bahwa Louis van Gaal adalah mentor bagi Jose Mourinho, namun itu tidak bisa menjamin bahwa Inter dibawah asuhan sang "Translator " akan berada sebagai inferior bagi Bayern.



Absolutely Genius




Bermain hanya dengan 10 pemain sejak menit 30, Inter jelas berada dalam tekanan besar. namun inilah sepakbola modern. Dimana hasil akhir berupa kemenangan adalah segalanya. bagaimanapun caranya.

Mental Inter yang pantang menyerah dan mampu amengabaikan tekanan besar tak lepas dari peran seorang pelatih. Mental kuat inilah yang tidak dimiliki Inter selama ini.

Namun kehadiran seorang yang memang benar-benar spesial telah mengubah segalanya. Dari sebuah tim mental domestik menjadi sebuah tim yang memiliki determinasi tinggi dan mempunyai keyakinan terhadap diri sendiri. Kredit poin terbesar malam ini layak diberikan pada The Special One Jose Mourinho, he is a real profesional, and he is absolutely genius.

Barcelona 1-0 Inter (HT: 0-0; AGG: 2-3)

Scorer: Piqué 84.

Barcelona: 1 Valdes; 2 Dani Alves, 3 Piqué, 18 G.Milito (19 Maxwell 46), 15 Keita; 6 Xavi, 24 Tourè; 16 Busquets (35 Jeffren 63); 10 Messi, 9 Ibrahimovic (11 Bojan 63), 10 Pedro. 

Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, 14 Henry, 34 Thiago Alcantara.
Coach: Josep Guardiola.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 5 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta, 26 Chivu; 9 Eto'o (17 Mariga 86), 10 Sneijder (11 Muntari 77); 22 D.Milito (2 Cordoba 81).

Subs not used: 1 Toldo, 23 Materazzi, 45 Balotelli, 89 Arnautovic. 

Coach: José Mourinho.

Referee: Frank De Bleeckere (Belgium).

Booked: Thiago Motta 10, Pedro 27, Julio Cesar 35, Chivu 43, Muntari 82.
Sent off: Thiago Motta 28.

We are Better !


Lucio dan Walter Samuel

Seperti prediksi yang telah diberikan pada bang Johnson Manurung ( Inter 60 - 40 Barca ), dan perkiraan taktik pada posting sebelumnya, Inter akhirnya mampu mengalahkan Barca 3-1 pada semifinal Liga Champions leg I.

Meski sedikit diuntungkan dengan kondisi para pemain Barca yang sepertinya kelelahan, namun Inter tidak mendapatkan kemenangan dengan mudah. Meski semua pemain layak mendapat pujian atas kemenangan ini, namun kredit poin terbesar harus diberikan pada para defender mulai dari Cambiasso, Motta, Lucio, Samuel, Julio Cesar yang melakukan penyelamatan spektakuler hingga Maicon yang meski mencetak satu gol harus terkapar dan ditandu keluar lapangan karena ditanduk oleh Lionel Messi.

Inter memang jauh lebih baik. Suntikan moral melalui pendekatan psikologi yang diilakukan oleh Jose Mourinho terbukti tokcer untuk memaksimalkan kemampuan para pemain Inter yang memang merupakan para pemain terbaik dunia di posisinya untuk tidak takut menghadapi kemungkinan apapun dan siap tampil memberikan seluruh kemampuan terbaik.

Meski masih ada leg kedua nantinya di kandang Barca, jika Inter tetap dapat mempertahankan konsentrasi dan spirit kebersamaan tim, maka stadion Santiago Bernabeu siap menjadi saksi Inter untuk jadi juara musim ini !.

Inter 3-1 Barcelona (Half Time: 1-1)

Scorers: Pedro 19, Sneijder 30, Maicon 48, Milito 61.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon (26 Chivu 73), 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta; 27 Pandev (5 Stankovic 56), 10 Sneijder, 9 Eto'o; 22 D.Milito (45 Balotelli 75).

Subs not used: 21 Orlandoni, 2 Cordoba, 11 Muntari, 23 Materazzi.

Coach: José Mourinho.

Barcelona: 1 Valdes; 2 Dani Alves, 3 Piquè, 5 Puyol, 19 Maxwell; 6 Xavi, 16 Busquets; 17 Pedro, 10 Messi, 15 Keita; 9 Ibrahimovic (22 Abidal 62). 

Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, 11 Bojan, 14 Henry, 18 G.Milito, 24 Tourè. 

Coach: Josep Guardiola.

Referee: Faustino Benquerença (Portugal).

Booked: Eto'o 12, Busquets 45+1, Puyol 51, Piquè 60, Keita 68, Stankovic 82, Dani Alves 83.

Att.: 79,609.


Head to Head


Saat Intermilan akan bersua Barcelona di Semifinal Champions League musim ini semua pasar taruhan sangat mengunggulkan Barca.

Tak bisa dipungkiri karena mereka sedang on fire. Terlebih striker mungil mereka Leo Messi sedang dalam top perform setelah mencetak beberapa kali hatrik dalam tahun ini.

Sudah bisa dipastikan bahwa yang akan ditugasi menghentikan Messi nantinya adalah sang kapten Javier Zanetti. Karena nantinya Il Trattore akan ditempatkan sebagai fullback kiri yang akan berduel langsung dengan Messi si penyerang kanan Barca.

Jika Jose Mourinho jeli, meski kita tidak meragukan sedikitpun kapasitas Il Pupi sebenarnya Mourinho bisa menempatkan Sulley Ali Muntari sebagai tembok awal penghenti Messi. Muntari dengan tekelnya yang baik bisa ditempatkan sebagai duet Cambiasso sebagai jangkar pada pola 4-2-1-3 atau trio bersama Cambiasso dan Motta dalam pola 4-3-3.

Opsi lain adalah meletakkan Stankovic yang cenderung lebih keras. Namun Stan akan lebih efektif bila ditempatkan di sisi kanan karena ia memiliki kaki dominan kanan.

Tidak ada pilihan selain menyerang. Untuk itu Inter harus mempersiapkan fisik dan mental semaksimal mungkin untuk kestabilan permainan selama 95 menit.

Better Result


Dengan berhasil mengalahkan CSKA Moscow pada laga tandang di perempat final Liga Champions, berarti Internazionale juga memperbaiki rekor hanya jagoan 16 besardi ajang ini.

Di babak selanjutnya Internazionale akan menghadapi calon lawan yang sudah diprediksi sebelumnya, Barca ( baca : Barsya ) yang di kandang sendiri menghajar Arsenal 4-1.

Tahun ini patut disyukuri mentalitas Internazionale saat berlaga di Eropa. Mourinho memang sudah memperbaiki mental tanding tim Inter.

Meski pada kualifikasi grup hasil Internazionale saat melawan Barca tidak begitu baik, namun dengan melangkah sejauh ini Jose Mourinho akan ditantang kejeniusannya untuk membuat anti strategi melawan Barca, tim yang sebenarnya biasa saja.

Arsenal sebenarnya dapat mengantisipasi Barca saat awal pertandingan yaitu dengan sedikit bermain keras terbukti mereka sanggup mencetak gol. Namun Arsenal tidak mampu konsisten dan terbawa alur permainan Barca sehingga akhirnya mereka pulang membawa kekalahan.

Dengan konsentrasi tinggi mulai dari lini tengah, negatif football dan serangan balik cepat serta sedikit kasar terhadap beberapa pemain kunci Barca semisal Messi dan Xavi, Barcelona akan dapat ditumbangkan.

Perbandingan kualitas pemain, Inter jelas lebih baik dari Barca. Memang Barca memiliki Messi yang mampu memberikan hasil berbeda, namun secara keseluruhan, Internazionale lebih baik dan persoalannya sekarang ada pada Mourinho apakah ia sanggup memotivasi skuadnya dan memberi strategi bermain yang bagus nantinya.




Intermilan 1- 0 CSKA Moskva



Internazionale kembali meraih hasil positif pada kampanye perempat final Liga Champions Eropa musim ini.

Turun dengan skuad terbaik minus Lucio dan Motta, Internazionale terlihat lebih banyak mendominasi serangan.

Kredit terbesar memang harus diberikan pada para gelandang yang begitu disiplin dalam melakukan pressing dan menjaga daerah permainan.

Malam itu terlihat sekali bagaimana seorang Deki Stankovic yang seharusnya adalah seorang gelandang serang justru tampil sangat baik sebagai gelandang bertahan.

Meski kalah di Seri-A saat melawan Roma pekan lalu, setidaknya Internazionale masih dipuncak dengan selisih satu poin dan masih terus melaju di Liga Champions musim ini.

Inter 1-0 CSKA Moscow

Scorer: Milito 65.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 23 Materazzi, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 19 Cambiasso; 27 Pandev (17 Mariga 90+3), 10 Sneijder, 9 Eto'o; 22 Milito. 

Subs : 1 Toldo, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 11 Muntari, 26 Chivu; 89 Arnautovic.
Coach: José Mourinho.

CSKA Moscow: 35 Akinfeev; 6 A.Berezutski, 24 V.Berezutski, 4 Ignashevich, 42 Schennikov; 2 Semberas, 22 Aldonin (25 Rahimic 75); 17 Krasic, 18 Honda (10 Dzagoev 69), 11 Mamaev (13 Gonzalez 73); 89 Necid. 

Subs : 1 Chepchugov, 14 Nababkin, 15 Odiah, 20 Guilherme. 

Coach: Leonid Slutsky.

Referee: Howard Webb (England).

Booked: Materazzi 12, Krasic 32, Aldonin 37

It works


Bermain dengan skuad terbaik, Inter akhirnya mampu menyingkirkan Chelsea di pertemuan kedua 1-0. Dengan demikian agregat adalah 3-1 bagi keunggulan Intermilan.

Seperti yang telah diposting sebelumnya, dengan taktik defensive negatif ( bertahan total, marking total, menghalalkan sliding dan tackle, menarik jatuh lawan, memancing emosi lawan yang berbuah dikartu merahnya Didier Drogba, sedikit lebih keras dan menjurus kasar ) serta counter attack yang sangat sukses, terbukti gol Inter lahir dari Samuel Etoo (yang yang merayakan golnya seolah menjawab keraguan fans akan kemandulan dirinya serta kelayakannya untuk bermain bagi Inter) lewat sebuah umpan serangan balik.

Nampak sekali Jose Mourinho berusaha menahan ikatan emosional dengan bekas klub asuhannya dan bersikap profesional sebagai seorang lawan.

Bermain dengan 4 bek dan dua gelandang jangkar, Inter memang ditekan habis oleh Chelsea, Beberapa kali Lucio, Walter Samuel, Maicon harus melakukan penyelamatan spektakuler demi mengamankan zona 16 meter Inter.

Patut diacungi jempol melihat komunikasi aktif antara kapten Inter, para pemain dan Jose Mourinho selama pertandingan.

Meski taktik negatif football terbukti sukses saat ini, Mourinho harus menyadari bahwa beberapa tim di eropa memiliki strategi anti teori untuk strategi ini. Show is not over yet.


Chelsea 0-1 Inter (HT: 0-0; AGG 1-3)

Scorer: Eto'o 78.

Chelsea: 22 Turnbull; 2 Ivanovic, 33 Alex, 26 Terry, 18 Zhirkov (21 Kalou 74); 13 Ballack (10 J.Cole 62), 12 Obi Mikel, 8 Lampard; 39 Anelka, 11 Drogba, 15 Malouda.
Subs : 30 Taylor, 6 Carvalho, 23 Sturridge, 35 Belletti, 43 Bruma.
Coach: Carlo Ancelotti.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta (23 Materazzi 90+2); 10 Sneijder (17 Mariga 85); 27 Pandev (5 Stankovic 75), 22 Milito, 9 Eto'o.

Subs : 1 Toldo, 2 Cordoba, 7 Quaresma, 39 Santon. 

Coach
: José Mourinho.

Referee: Wolfgang Stark (Germany).

Booked: Eto'o 17, Thiago Motta 48, Lucio 54, Malouda 55, Drogba 57, Julio Cesar 82, Alex 83, Mariga 89.
Sent off: Drogba 87.

Att.: 42,500.